Jika Anda sedang merencanakan rakit PC di tahun 2025, kemungkinan besar Anda akan dihadapkan pada dua pilihan utama platform: AM5 dari AMD dan LGA1851 dari Intel. Keduanya merupakan soket terbaru yang akan jadi pondasi untuk prosesor generasi sekarang maupun beberapa generasi ke depan. Pertanyaannya, platform mana yang lebih layak dipilih kalau tujuan Anda adalah investasi jangka panjang, alias panjang umur?
Artikel ini akan membahas secara lugas perbandingan AM5 dan LGA1851: mulai dari roadmap, kompatibilitas, harga komponen, hingga daya tarik masing-masing platform. Mari kita kupas satu per satu.
Mengapa Memilih Platform Itu Penting?
Banyak orang beranggapan memilih prosesor adalah inti dari rakit PC. Padahal, memilih platform (soket + chipset) justru tidak kalah penting. Sebab, begitu Anda memilih satu platform, biasanya Anda akan terikat dengan motherboard, RAM, bahkan aksesori tertentu selama beberapa tahun.
Kesalahan memilih platform bisa membuat Anda terpaksa ganti total dalam 2–3 tahun ke depan. Sebaliknya, kalau memilih platform yang punya dukungan upgrade panjang, Anda bisa bertahan lebih lama hanya dengan ganti prosesor atau menambah RAM/SSD tanpa perlu bongkar habis.
Sekilas Tentang AM5 (AMD)
- Dirilis: 2022 bersama Ryzen 7000 series.
- Jenis soket: LGA1718.
- Chipset populer: A620, B650, X670.
- Kompatibilitas RAM: Hanya DDR5 (mulai 4800 MT/s ke atas).
- Fitur utama: PCIe 5.0, dukungan USB4, efisiensi daya lebih baik, dukungan EXPO untuk RAM.
Roadmap AMD untuk AM5
AMD secara resmi sudah berkomitmen mendukung AM5 setidaknya sampai tahun 2027. Artinya, jika Anda membeli motherboard AM5 sekarang, Anda masih bisa upgrade ke prosesor Ryzen generasi berikutnya tanpa ganti mobo. Saat artikel ini ditulis (September 2025), AM5 sudah menopang tiga generasi prosesor:
- Ryzen 7000 (Zen 4)
- Ryzen 8000 (Zen 5)
- Ryzen 9000 (Zen 5 refresh)
Dengan roadmap seperti ini, prospek AM5 memang terlihat sangat panjang umur. Bahkan ada rumor bahwa Zen 6 juga masih akan pakai AM5.
Sekilas Tentang LGA1851 (Intel)
- Dirilis: 2024, menggantikan LGA1700.
- Jenis soket: LGA1851 (pin count lebih tinggi dari generasi sebelumnya).
- Chipset populer: seri 800 (Z890, B860, H810).
- Kompatibilitas RAM: DDR5 (5200–8000+ MT/s, tergantung motherboard).
- Fitur utama: dukungan PCIe 5.0 penuh, bandwidth lebih besar, teknologi AI PC (NPU) bawaan.
Roadmap Intel untuk LGA1851
LGA1851 pertama kali hadir dengan prosesor Arrow Lake (14th Gen), dan akan mendukung Panther Lake (15th Gen) yang dijadwalkan 2025/2026. Namun, tradisi Intel biasanya hanya mendukung 2 generasi per soket. Jadi besar kemungkinan LGA1851 hanya bertahan sampai Panther Lake sebelum diganti lagi.
Perbandingan Panjang Umur
Mari kita bandingkan secara langsung:
Faktor | AMD AM5 | Intel LGA1851 |
---|---|---|
Tahun rilis | 2022 | 2024 |
Dukungan resmi | Sampai 2027+ | Diperkirakan 2026/2027 (maks 2 gen) |
Generasi CPU yang didukung | Ryzen 7000, 8000, 9000 (dan kemungkinan Zen 6) | Arrow Lake (14th Gen), Panther Lake (15th Gen) |
Tradisi support | Panjang (AM4 bertahan 5+ tahun) | Pendek (biasanya 2 generasi) |
Potensi upgrade jangka panjang | Sangat tinggi | Terbatas |
Dari tabel di atas jelas bahwa AM5 punya prospek panjang umur yang lebih baik dibandingkan LGA1851. Jika tujuan Anda adalah investasi jangka panjang, AM5 lebih aman.
Ketersediaan & Harga Komponen
Motherboard
- AM5: Pilihan motherboard sangat luas, dari A620 (hemat) hingga X670E (high-end). Harga di Indonesia untuk entry-level mulai Rp 2 jutaan.
- LGA1851: Karena masih baru, motherboard rata-rata lebih mahal. Model entry-level ada di kisaran Rp 2,5–3 juta.
RAM
Keduanya hanya mendukung DDR5. Kabar baiknya, harga DDR5 sudah turun banyak di 2025. Kit 16 GB DDR5-5600 bisa ditemukan di bawah Rp 900 ribu. Jadi dari sisi RAM, tidak ada perbedaan berarti.
Prosesor
- Ryzen 7000/8000 cukup banyak varian hemat (Ryzen 5 7600, Ryzen 5 8600G APU). Cocok buat budget build.
- Arrow Lake (Intel 14th Gen) masih tergolong mahal dan sulit cari varian hemat di awal rilis.
Kinerja: Siapa Lebih Unggul?
- Gaming: Intel Arrow Lake (LGA1851) cenderung unggul tipis di FPS single-core berkat arsitektur baru. Tapi selisihnya tidak selalu signifikan.
- Produktivitas: AMD Ryzen 9000 di AM5 menawarkan efisiensi daya lebih baik dan performa multi-core solid.
- AI & NPU: Intel lebih agresif memasukkan NPU untuk beban kerja AI lokal (Windows Copilot+, software AI editing). AMD juga mulai mengejar, tapi ekosistem Intel lebih matang untuk fitur ini.
Kesimpulan sementara: Kalau kebutuhan Anda adalah murni gaming kompetitif, Intel bisa sedikit lebih unggul. Tapi kalau orientasinya ke produktifitas jangka panjang dan efisiensi, AMD lebih menarik.
Konsumsi Daya & Suhu
- AM5: Ryzen 9000 series terkenal lebih hemat daya dibanding generasi sebelumnya. TDP rata-rata 65–105W untuk prosesor mainstream.
- LGA1851: Arrow Lake masih cenderung boros, dengan TDP prosesor high-end mencapai 125–150W. Ini berarti butuh pendingin dan PSU lebih besar.
Bagi pengguna di Indonesia, isu konsumsi daya cukup penting karena listrik tidak murah. AM5 lebih ramah kantong dalam jangka panjang.
Komunitas & Ekosistem
- AM5: Ekosistem motherboard, BIOS, dan RAM sudah matang karena sudah beredar sejak 2022. Banyak forum, grup, dan pengguna yang berbagi pengalaman.
- LGA1851: Masih relatif baru, jadi kadang pengguna harus menunggu update BIOS atau driver agar stabil.
Mana yang Cocok untuk Anda?
- Pilih AM5 jika:
- Anda ingin platform dengan masa dukungan panjang.
- Budget terbatas tapi ingin tetap bisa upgrade beberapa tahun ke depan.
- Lebih mementingkan efisiensi daya dan stabilitas.
- Rakit PC untuk kombinasi gaming, editing, dan kerja sehari-hari.
- Pilih LGA1851 jika:
- Anda selalu ingin performa gaming generasi terbaru tanpa terlalu peduli masa depan platform.
- Ingin coba teknologi AI PC (NPU) dari Intel sejak dini.
- Budget lebih longgar dan siap ganti motherboard lagi dalam 2–3 tahun.
Jika harus memilih platform panjang umur di tahun 2025, maka jawabannya jelas condong ke AM5. Dengan dukungan resmi setidaknya sampai 2027, harga motherboard yang sudah relatif terjangkau, dan ekosistem yang matang, AM5 menawarkan investasi jangka panjang yang lebih aman.
Sementara LGA1851 memang membawa performa gaming kencang dan fitur AI yang menarik, tetapi tradisi Intel yang hanya memberi umur soket 2 generasi membuatnya kurang ideal bagi pengguna yang tidak ingin sering-sering upgrade motherboard.
Akhirnya, keputusan tetap ada di tangan Anda. Tapi kalau prioritasnya adalah investasi jangka panjang dan upgrade berkelanjutan, AM5 jelas lebih unggul sebagai platform masa depan.
Leave a Comment